Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
"Fawailul lil mushollīn."
"Maka celakalah bagi orang-orang yang salat." (QS. Al-Ma’un: 4)
Bayangkan, orang yang sudah melaksanakan salat pun masih mendapatkan ancaman. Apalagi mereka yang tidak melaksanakan salat? Oleh karena itu, kita tidak perlu terlalu berfokus pada orang lain yang belum salat, tetapi lebih penting untuk mengevaluasi kualitas salat kita sendiri. Dalam salat, ada beberapa momen utama di mana kita wajib mengingat Allah SWT:
-
Pada saat niat
Niat harus dilakukan dengan menghadirkan kesadaran kepada Allah SWT. Niat itu wajib ada dalam hati dan harus bersamaan dengan pelaksanaan salat. Dalam kitab Maidah al-Mukminin, disebutkan bahwa niat kita tertanam saat melakukan takbiratul ihram (mengangkat tangan dan mengucapkan Allahu Akbar). -
Saat membaca Al-Fatihah
Bagian yang paling utama dalam surat Al-Fatihah adalah ayat berikut:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn."
"Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5)
Ayat ini adalah bentuk penghambaan total kepada Allah SWT, di mana kita menyatakan bahwa hanya kepada-Nya kita berserah diri dan memohon pertolongan. -
Saat membaca tahiyat akhir
Dalam tahiyat akhir, kita mengucapkan syahadat, yang merupakan inti keimanan seorang Muslim:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِ
"Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh."
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."
Kita juga bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai bentuk penghormatan dan cinta kita kepada beliau. -
Saat membaca salam
Kalimat yang benar saat salam adalah:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
"Assalāmu ‘alaikum wa rahmatullāh."
Banyak yang bertanya, mengapa salam ini berada di akhir salat? Jawabannya adalah, jika kita benar-benar menjalankan salat maka ketika kita mengucapkan salam ini, kita membawa pesan kedamaian. Artinya, setelah selesai salat, kita tidak akan menyakiti makhluk-makhluk Allah di sekitar kita.
Semoga dengan memahami hakikat salat, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan semakin dekat kepada Allah SWT. Aamiin.
